HAJAR ASWAD: Membumikan Puisi Lewat Musik

 Oleh Ibnu Adam Aviciena

Hajar Aswad, apa yang Anda pikirkan jika mendengar kata itu? Apakah sebuah batu hitam yang ada di Mekah? Tapi Hajar Aswad yang ini bukan itu. Melainkan sebuah kelompok musikalisasi puisi asal Bandung. Mereka pada 14 Agustus 2004 mentas di Rumah Dunia. Hebat! Itu kata yang pas untuk menilai penampilan mereka pada acara ProklamArt Rumah Dunia tersebut.

Musikalisasi puisi memang sudah ada sejak lama. Tetapi yang sengaja membentuk kelompok, barangkali baru ada satu dua saja. Demikian diungkapkan Firman Venayaksa (24) vokalisnya. Salah satunya Hajar Aswad ini, yang terbentuk sejak 10 Ramadha 1422 H. Awalnya, kata mereka, Hajar Aswad itu dari Arena Studi dan Apresiasi Sastra (ASAS), sebuah unit kegiatan mahasiswa di UPI Bandung. Karena ASAS termasuk dalam sistem kampus yang di dalamnya tentu banyak aturan, maka kegiatan musikalisasi puisi ini sengaja keluar agar bisa lebih leluasa bergerak.

Kenapa sih menggunakan nama Hajar Aswad? Beberapa personelnya menjelaskan. Hajar Aswad, katanya memang nama batu yang ada di dekat Ka’bah. Dipilih nama Hajar Aswad karena ingin seperti batu itu, yaitu kehadirannya yang suci dan diinginkan, dicium dan dipeluk banyak orang walaupun warnanya hitam. Meskipun, kata Firman, semua personel Hajar Aswad belum ada yang pernah memegang Hajar Aswad asli lho.

Nah, kelompok musikalisasi puisi yang beranggotakan 9 orang ini pertama kali mentas di TVRI Jakarta. Saat itu menjadi band selingan pada acara debat mahasiswa selama 8 episode. Dua bulan setelah itu, mereka mencoba mempublikasikan karya lewat berbagai pementasan. Yang masih begitu melekat di pikiran mereka, yaitu saat pementasan di Griya Seni Popo Iskandar (GPSI). Karena di GPSI ini, Hajar Aswar melakukan konser tunggal “Mencari Cahaya”. “Berbeda dengan band-band pada umumnya yang bermain dari kafe ke kafe. Hajar Aswad bermain dari seminar ke seminar,” kata salah seorang personel.

Pengen tahu siapa aja yang punya lakon di kelompok ini? Nih mereka yang kebanyakan sudah pada semester tua, bahkan beberapa sudah semester 10. Ada Firman Venayaksa, dia yang jadi vokalis dan memegang gitar. Pemuda mirip Dani Dewa ini satu-satunya yang berasal dari Banten (Lebak). Doski sedang kuliah S2 di UI Depok. Kemudian ada Sandi Alam Prakarsa (keyboard), Ivan Masdudin (lead guitar), Bagja Dhani Maghribi (bass), Yanyan Ligar Kurnia (perkusi), Ayi Itah Purnama (flute dan violin), Asep S. Firmansah (violin 1), Erwin Setiawan Suryadi (violin 2), Irfan Darma Putra (viola). Banyak banget kan? “Makanya kalau dapet honor kebagiannya kecil, masalahnya personelnya banyakan,” Firman tertawa lebar.

Karena sudah cukup lama berdiri, nama Hajar Aswad sudah tidak asing lagi. Terutama di Bandung. Mereka sudah merambah ke berbagai kegiatan seperti Pemilihan Putri Kecantikan Sari Ayu Ambasador bersama Rio Febrian, Peter Pan, Katon Bagaskara, Milad As-Sidiq (2002) bersama grup nasyid Hawari dan The Fikr, Bandung Music Day, Pasar Rakyat ITB, Tour Sastra bersama ASAS ke berbagai sekolah di Bandung, menjadi bintang tamu dalam acara W Acoustic Plus di W FM, acara Poros Sastrawan Muda di CCF, dan seabreg acara lainnya. Hingga acara di Rumah Dunia. Serta memeriahkan lounching peluncuran Antologi Pusis “Dian Sastro For President”, konser amal SABDA KEMANUSIAAN untuk ACEH 20 januari 2005 di PKM UPI, dll.

Sebelum bubar, mereka sempat melakukan rekaman di sebuah studio di Jakarta. Tetapi kaset dan VCD-nya belum sempat beredar di pasar. Terlanjur bubar. Dengan mengantongi ijin dari sang Vokalis (Firman Venayaksa), pada kesempatan ini kami berbagi musik puisi yang indah milik Hajar Aswad. Sehingga kecerdasan mereka dalam memadukan Puisi dan Musik terabadikan dalam ingatan dan pengetahuan anak muda hingga entah.

Berikut adalah list mp3 dan panel unduh untuk anda klik. (untuk penikmat MiniLyrics, segera mungkin dibuatkan liriknya)

Selamat Menikmati.

Aku Akhiri.mp3            7.3 MB unduh
Aku Jatuh Cinta.mp3        5.2 MB unduh
Begitu Mawar.mp3        7.7 MB unduh
Bunga Pengantin Terbakar.mp3    7.5 MB unduh
Compassia Fariveviela.mp3    7.6 MB unduh
Dengar anak mengaji.mp3        7.2 MB unduh
Depan Pusara.mp3        5.1 MB unduh
Lagu.mp3            7.4 MB unduh
Langit Terkoyak.mp3        5.6 MB unduh
Lindung.mp3            5.4 MB unduh
Mencari Cahaya.mp3        7.1 MB unduh
Musim Semi.mp3            3.5 MB unduh
Nusantara.mp3            6.1 MB unduh
Senandung Bunga.mp3        6.0 MB unduh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s