Pernyataan Sikap Terhadap Hasil Sidang Paripurna DPR RI Tentang Rencana Kenaikan Harga BBM

HENTIKAN MONOPOLI PERUSAHAAN MIGAS ASING DI INDONESIA!

LAKSANAKAN REFORMA AGRARIA SEJATI SEKARANG JUGA!

TOLAK PENENTUAN HARGA BBM OLEH HARGA MINYAK DUNIA!

CABUT PASAL 7 AYAT 6 A UU APBN 2012!

TURUNKAN HARGA KEBUTUHAN POKOK!

LAWAN REZIM FASIS ANTI RAKYAT!

Salam Demokrasi!Dagelan politik yang terjadi pada rapat paripurna DPR RI tentang pembahasan UU APBN 2012 menunjukkan dengan jelas watak rezim hari ini. Sikap partai politik yang berubah-ubah telah mempermainkan perasaan dan kehidupan rakyat. Kehidupan rakyat telah dipermainkan oleh kompromi-kompromi busuk antara partai penguasa dengan partai pendukungnya. Usulan pemerintah SBY untuk menambahkan pasal pada UU APBN 2012 telah berhasil dilakukan melalui mekanisme voting di rapat paripurna DPR RI. Dimasukkannya pasal tambahan ini memang membatalkan sementara kenaikan harga BBM, namun pemerintah SBY telah berhasil meletakkan dasar untuk menaikkan harga BBM, yaitu menyerahkan harga BBM pada mekanisme pasar, pada naik turunnya harga minyak dunia. Hal ini bertentangan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan bahwa harga minyak dunia ditentukan oleh mekanisme pasar bertentangan dengan UUD 1945. Dengan disahkannya Pasal 7 ayat 6A UU APBN 2012 ini, maka membuka alasan utama dari rencana kenaikan harga BBM yang diusulkan oleh pemerintah SBY, yaitu semata-mata disesuaikan dengan harga minyak dunia agar perusahaan migas asing yang beroperasi di Indonesia dapat terus mengeruk keuntungan dan mampu mendominasi tidak hanya pada eksplorasi minyak, namun juga pada penjualan minyak secara eceran. Disinilah posisi pemerintah SBY terlihat dengan jelas, sebagai pelayan setia dan hamba perusahaan asing atau yang lebih dikenal dengan sebutan Imperialis (Kapitalis Monopoli Asing). Dalam beberapa waktu ke depan, -dapat dipastikan- pemerintah akan menaikkan harga BBM. Sebab krisis Imperialisme yang semakin parah dan monopoli minyak dunia oleh segelintir perusahaan besar akan terus mendongkrak naiknya harga minyak dunia. Hal ini lah yang harus disadari dan dilawan oleh seluruh Rakyat Indonesia. Gerakan rakyat menolak kenaikan harga BBM terbukti telah membawa hasil tertentu, seperti penundaan kenaikan harga BBM dan pecahnya kongsi koalisi partai politik. Namun, dengan liciknya, pemerintah SBY melalui partai politiknya telah berhasil membuat kesepakatan busuk dengan beberapa partai politik yang hakikatnya tidak pernah memikirkan Rakyat. Sehingga terjadi penundaan sementara kenaikan harga BBM dan diserahkannya penentuan harga BBM kepada mekanisme pasar. Sementara, persoalan utama atas kenaikan harga BBM di dalam negeri tidak pernah menjadi bahasan, yaitu monopoli perusahaan migas asing di Indonesia. Penundaan kenaikan harga BBM yang menjadi keputusan rapat paripurna DPR RI atas usulan dari pemerintah SBY, merupakan tipu muslihat licik para penguasa yang tidak pernah memikirkan Rakyat. Penundaan kenaikan harga BBM ini, tidak dapat menurunkan harga-harga kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya yang sudah terlanjur naik sebelum harga BBM dinaikkan. Sehingga, gerakan Rakyat menolak kenaikan harga BBM dan menuntut pembangunan Industri Nasional dan menolak monopoli perusahaan migas asing di Indonesia harus terus digelorakan. Oleh sebab itu, kami menyatakan sikap:

  1. 1.     HENTIKAN MONOPOLI PERUSAHAAN MIGAS ASING DI INDONESIA!
  2. 2.     LAKSANAKAN REFORMA AGRARIA SEJATI SEKARANG JUGA!
  3. 3.     TOLAK PENENTUAN HARGA BBM OLEH HARGA MINYAK DUNIA!
  4. 4.     CABUT PASAL 7 AYAT 6 A UU APBN 2012!
  5. 5.     TURUNKAN HARGA KEBUTUHAN POKOK!
  6. 6.     LAWAN REZIM FASIS ANTI RAKYAT!

Hidup Rakyat Indonesia!

Sabtu, 31 Maret 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s