Mahasiswa Angkatan 2005 UPI Bandung Siap Menggugat Pejabat UPI

Oleh: Amran Halim

saya mahasiswa lama–mungkin beberapa teman seangkatan saya yang tak sempat cuti dan masih ada beberapa matakuliah yang belum selesai–sedang gelisah dengan ketentuan dalam Pedoman Akademik 2010: bahwa tidak diperkenankan melakukan perbaikan nilai semester yang telah lampau. dan jika tak mampu menyelesaikan seluruh beban akademik, bulan agustus ini adalah bulan yang baik untuk bunuh diri (mengundurkan diri). kata lain dari DO (Drop Out).

di tengah gentingnya nasib mahasiswa angkatan 2005, muncullah surat edaran ( http://www.upi.edu/main/file/Dit-Akademik/EDARAN%20Batas%20Akhir%20Penyerahan%20FNUB-DPPNU.docx ) di dalamnya terdapat poin 3 dengan tenggat waktu pada poin 4, yang menjadi nafas segar bagi kami: ada kesempatan untuk memperbaiki nilai yang masih BL di semester ganjil 2011-2012 dan semster sebelumnya, hingga tanggal 19 Agustus. sehari sebelum iedul fitri. (sebuah metafora untuk pemutihan angkatan 2005)

namun pada kenyataannya di lapangan (dekanat, BAAK, Jurusan hingga Prodi dan staf TU nya) bersikeras menolak pernyataan pada poin 3 tersebut, dan mengembalikan seluruh FNUB kami dengan alasan; adanya ketentuan “tidak bisa memperbaiki nilai BL pada semester2 sebelum semester genap 2011-2012”. ini jelas2 sangat bertentangan dg edaran yang sedang saya bicarakan di sini. sebagai seorang “calon” ahli bahasa, kami akhirnya mencoba menafsirkan surat edaran tersebut seperti di bawah ini:

edisi asli:

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 Telp. (022) 2013163-2013164 Fax. (022) 2013651
Homepage http://www.upi.edu – Email: info@upi.edu

EDARAN
————————————–
NOMOR 4820/UN40/DT/2012

TENTANG
BATAS AKHIR PENYERAHAN FNUB DAN/ATAU DPPNU

Dengan hormat kami sampaikan bahwa:
1. Dalam Pedoman Akademik Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2012, dinyatakan bahwa bagi mahasiswa yang belum melengkapi salah satu komponen penilaian mata kuliah dengan alasan yang dapat diterima (misalnya sakit atau force majeure), maka yang bersangkutan dinyatakan BELUM LENGKAP (BL).
2. Mahasiswa tersebut diberi kesempatan untuk melengkapi komponen terkait, paling lambat satu bulan setelah nilai diumumkan. Apabila tidak dapat memenuhi kewajibannya dalam kurun waktu yang ditetapkan, maka mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan GAGAL dengan nilai E dalam mata kuliah tersebut. Nilai E diperhitungkan dalam penentuan IP akhir semester. Bagi mahasiswa yang memperoleh nilai E harus mengontrak ulang mata kuliah tersebut pada semester berikutnya.
3. Berdasarkan database SIAK, pada semester Ganjil 2011/2012 maupun semester sebelumnya, banyak ditemukan nilai mahasiswa yang masih BL. Bagi mahasiswa yang mendapat nilai BL, harus segera menyelesaikan kewajibannya.
4. Nilai hasil perbaikan menggunakan FNUB dan/atau DPPNU. Penyerahan FNUB dan/atau DPPNU dilakukan oleh dosen pengampu dan/atau petugas Jurusan/Program Studi yang ditunjuk kepada Direktorat Akademik paling lambat tanggal 19 Agustus 2012. Jika melewati batas waktu itu, Sistem Informasi Akademik SIAK secara otomatis akan mengubah nilai BL menjadi E (GAGAL) dalam mata kuliah tersebut.
5. Hal di atas juga berlaku untuk pemasukan nilai ujian ulang (remedial).
Demikian edaran ini disampaikan untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Bandung, 24 Juli 2012
a.n. Rektor
Pembantu Rektor Bidang Akademik dan
Hubungan Internasional,

ttd

Prof.H. Furqon, M.A., Ph.D.
NIP 19571002 198603 1 001

Tembusan Yth.:
1. Rektor UPI (sebagai laporan);
2. Para Pembantu Rektor UPI;
3. Para Dekan Fakultas, Direktur SPs dan Para Direktur Kampus Daerah;
4. Direktur Direktorat Akademik UPI;
5. Para Ketua Jurusan/Program Studi di lingkungkan UPI;
6. Kepala Divisi Layanan Akademik Dit. Akademik UPI;
7. Kepala Divisi Layanan Sistem Informasi
8. Kepala Seksi Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan di lingkungan UPI.

sumber:
http://www.upi.edu/main/file/Dit-Akademik/EDARAN%20Batas%20Akhir%20Penyerahan%20FNUB-DPPNU.docx

dan di bawah ini adalah hasil analisis yang kami lakukan terhadap edaran tersebut:

Edaran ini berusaha dikaji dengan pendekatan pragmatik. Malinowski memaparkan bahwa bahasa bukanlah suatu keutuhan yang berdiri sendiri, bahasa sepenuhnya tergantung kepada masyarakat tempat bahasa itu dipakai. Jadi makna dalam suatu teks harus disesuaikan dengan makna konteks situasi dan konteks tutur yang sedang berlangsung (Parera, 162:2009). Dalam hal ini bahasa difungsikan sebagai pengendali sosial dan wadah informasi. Untuk mengungkap maksud-maksud yang terkandung dalam edaran ini, peneliti memanfaatkan implikatur dan asumsi Grice mengenai prinsip kerjasama yang dijadikan titik masuk untuk mengungkap suatu implikatur.

EDARAN
————————————–
NOMOR 4820/UN40/DT/2012

TENTANG
BATAS AKHIR PENYERAHAN FNUB DAN/ATAU DPPNU

(Kalimat informasi yang bermodus perintah: agar tidak melewati batas akhir tersebut)

Dengan hormat kami sampaikan bahwa:
1. Dalam Pedoman Akademik Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2012, dinyatakan bahwa bagi mahasiswa yang belum melengkapi salah satu komponen penilaian mata kuliah dengan alasan yang dapat diterima (misalnya sakit atau force majeure), maka yang bersangkutan dinyatakan BELUM LENGKAP (BL).

(Bentuk dan modus sama-sama menjelaskan mengenai apa itu BL dan landasan hukum untuk mengklasifikasikan mahasiswa menjadi BL).

2. Mahasiswa tersebut diberi kesempatan untuk melengkapi komponen terkait, paling lambat satu bulan setelah nilai diumumkan. Apabila tidak dapat memenuhi kewajibannya dalam kurun waktu yang ditetapkan, maka mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan GAGAL dengan nilai E dalam mata kuliah tersebut. Nilai E diperhitungkan dalam penentuan IP akhir semester. Bagi mahasiswa yang memperoleh nilai E harus mengontrak ulang mata kuliah tersebut pada semester berikutnya.

(Kalimat pengumuman, akan tetapi modusnya adalah untuk memerintahkan mahasiswa yang BL utk segera memperbaiki nilainya, juga memberikan ancaman jika hal tersebut tidak dilakukan: ultimatum)

3. Berdasarkan database SIAK, pada semester Ganjil 2011/2012 maupun semester sebelumnya, banyak ditemukan nilai mahasiswa yang masih BL. Bagi mahasiswa yang mendapat nilai BL, harus segera menyelesaikan kewajibannya.

(Kalimat pengumuman (1) UPI memiliki sistem penilaian digital (SIAK), (2) temuan mengenai mahasiswa pada semester saat ini dan sebelumnya yang banyak mendapat nilai BL, modusnya adalah untuk memerintahkan mahasiswa yang BL (seluruh mahasiswa yang bernilai BL) pada semester saat ini dan sebelumnya utk segera memperbaiki nilainya.)

4. Nilai hasil perbaikan menggunakan FNUB dan/atau DPPNU. Penyerahan FNUB dan/atau DPPNU dilakukan oleh dosen pengampu dan/atau petugas Jurusan/Program Studi yang ditunjuk kepada Direktorat Akademik paling lambat tanggal 19 Agustus 2012. Jika melewati batas waktu itu, Sistem Informasi Akademik SIAK secara otomatis akan mengubah nilai BL menjadi E (GAGAL) dalam mata kuliah tersebut.

(Berisi pengumuman bahwa (1) semester ini ada sistem SIAK yang akan mengubah nilai-nilai mahasiswa yang BL menjadi E jika tidak diperbaiki sampai 19 Agustus, (2) di samping itu diberitahu mekanisme perbaikan nilai tersebut, yaitu dengan menggunakan FNUB yang diurus kepada petugas-petugas yang ada: dosen, jurusan, prodi, dir.akademik (3) menegaskan akan sanksi jika nilai tidak segera diperbaiki: BL berubah menjadi E) Modusnya (1) memerintahkan kepada mahasiswa yang bernilai BL untuk menyesuaikan dengan sistem digital ini (SIAK) dengan cara memperbaiki niainya (2)memerintahkan petugas (dosen, jurusan, prode, dan dir.akademik melayani mahasiswa utk mengurus nilainya)

5. Hal di atas juga berlaku untuk pemasukan nilai ujian ulang (remedial).
Demikian edaran ini disampaikan untuk diketahui dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Bandung, 24 Juli 2012
a.n. Rektor
Pembantu Rektor Bidang Akademik dan
Hubungan Internasional,

ttd

Prof.H. Furqon, M.A., Ph.D.
NIP 19571002 198603 1 001

Tembusan Yth.:
1. Rektor UPI (sebagai laporan);
2. Para Pembantu Rektor UPI;
3. Para Dekan Fakultas, Direktur SPs dan Para Direktur Kampus Daerah;
4. Direktur Direktorat Akademik UPI;
5. Para Ketua Jurusan/Program Studi di lingkungkan UPI;
6. Kepala Divisi Layanan Akademik Dit. Akademik UPI;
7. Kepala Divisi Layanan Sistem Informasi
8. Kepala Seksi Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan di lingkungan UPI.

Implikatur edaran:
1. UPI memberikan peringatan kepada mahasiswa untuk segera memperbaiki nilainya.
2. UPI memberikan sanksi (nilai E) kepada mahasiswa yang lewat batas waktu perbaikan nilai dengan alasan sistem penilaian saat ini yang bekerja adalah sistem digital.
3. Nilai yang diminta untuk diperbaiki adalah nilai-nilai yang BL, baik itu semester kemarin atau semester-semester sebelumnya. Hal itu berdasarkan pematuhan edaran ini terhadap maksim kuantitas nilai dalam database, yaitu “database SIAK, pada semester Ganjil 2011/2012 maupun semester sebelumnya, banyak ditemukan nilai mahasiswa yang masih BL” Jika seandainya nilai yang dapat diperbaiki adalah nilai semester ini saja, maka untuk apa disebutkan keterangan “maupun semester sebelumnya”. Sehingga jelas pematuhan terhadap maksim kuantitas nilai dalam database tidak lain untuk menegaskan bahwa nilai yang dapat diperbaiki tidak hanya nilai yang BL pada semester sebelumnya saja.
4. Mahasiwa di sini adalah mahasiswa yang mendapat nilai BL. Itu artinya, untuk seluruh mahasiswa yang baru atau lama, yang mendapat BL semester ini atau semester-semester sebelumnya. Hal itu berdasarkan implikatur yang mematuhi maksim kuantitas yang ada, terutama pada poin satu.
5. UPI memberikan jangka waktu untuk proses penyelesaian nilai ini.
6. UPI meminta petugasnya (dosen, prodi, jurusan, dan dir.akademik) untuk melayani mahasiswa mengurus FNUB. Hal tersebut berdasarkan pematuhan maksim kuantitas mengenai petugas yang secara rinci telah disebutkan dalam poin 4.
7. Surat edaran ini memiliki kekuatan hukum (dapat dijadikan landasan) untuk mencegah segala bentuk penyimpangan pesan atau perintah yang disampaikan.

setelah kami (mahasiswa jurusan bahasa dan sastra Indonesia mencoba melakukan dialog dengan pejabat jurusan), hasilnya sangat mengecewakan. ternyata mereka tidak mampu memahami maksud dari modus kalimat pada poin 3 dan bersikukuh untuk menunggu penjelasan dari PR1 tentang maksud dari poin 3 yang mereka anggap bertentangan dengan poin 2.

kami menilai tindakan dari pejabat jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia sebagai upaya pencekalan, mengulur-ngulur waktu kami untuk melakukan perbaikan nilai, dan menghalangi kami untuk mendapati kemenangan di hari Raya Idul Fitri tahun ini.

maka ada dua kemungkinan gugatan hukum yang akan kami lakukan secara formal pada pihak berwajib, setelah kami mengkonfirmasi maksud dari poin 3 pada pembuat edaran tersebut (PR 1):

1. jika edaran tersebut sesuai dengan pemahaman kami (hasil anallis) bahwa kami bisa memperbaiki nilai semester2 yang telah lampau. maka gugatan tersebut akan dilayangkan pada pihak jurusan (dengan materi gugatan: pencekalan, perlakuan tidak menyenangkan, dan pelayanan akademik yang tidak memuaskan).

2. namun jika maksud PR1 pada edaran tersebut tidak sesuai dengan apa yang kami tafsirkan, dengan alasan apa pun (apalagi alasan kesalahan redaksional), maka kami tak sungkan untuk melayangkan gugatan pada PR 1dengan materi gugatan akademik: inkonsistensi kebijakan, tidak cermat dalam membuat kebijakan, dan secara pidana: kesalahan maksud dan redaksional PR1 telah membuat konflik tajam di antara mahasiswa vs pejabat jurusan+TU+BAAK.

di bulan yang suci ini, semoga permasalah ini bisa kita selesaikan secara baik2 dan berasaskan kekeluargaan. dan kita meraih kemenangan di hari Nan Fitri bersama-sama (tidak ada yang dirugikan) Amin.

sumber:

http://isolapos.com/buku-tamus/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s