Hentikan Penangkapan 31 Petani Pandumaan Sipituhuta oleh Polres Humbang Hasundutan

Pernyataan Sikap

Front Mahasiswa Nasional

Hentikan Penangkapan Petani Pandumaan Sipituhuta oleh Polres Humbang Hasundutan, Sumatera Utara

“Bebaskan 31 Petani yang ditahan dan Hentikan Perampasan Tanah”

Konflik agraria kembali berujung pada penangkapan petani yang mempertahan tanah mereka. Perkebunan kemenyan seluas 4100 hektar yang merupakan tanah adat yang selama ini digarap petani menjadi sasaran perluasan PT Toba Pulp Lestari (TPL)perusahaan milik Sukanto Tanoto di desa Panumaan Sioituha, Kecamatan Tollung, Humbang Hasudutan, Sumatera Utara. Sebanyak 16 petani di tangkap saat menjaga lahan semalam (26/2) dan 15 petani ditangkap dini hari jadi total 31 Petani di tangkap oleh Polres Humbang Hasundutan. Penangkapan yang dimulai dengan penyisiran ini disertai dengan tindak kekerasan melalui pemukulan, pelemparan batu terhadap petani dan Polisi juga mengeluarkan tembakan peringatan.

Konflik ini dimulai pada tahun 2009 ketika PT TPL melakukan pembabatan hutan kemenyan di Hutan adat tersebut. Sebelumnya pada bulan Oktober 2012 Polisi juga melakukan penangkapan terhadap petani. Berbagai upaya telah dilakukan oleh petani agar tanah adat dikeluarkan dari konsensi PT TPL diantaranya melalui surat ke Kementerian Kehutanan. Namun, hingga kini, perusahaan masih melakukan penebagan terhadap hutan kemenyan.

Penangkapan petani Padumunan oleh Polres Humbang Hasudutan menambah deret panjang kriminalisasi terhadap petani. Ke 15 petani yang ditahan, menurut tim advokasi warga akan dipindahkan ke Polda Sumatera Utara.

Monopoli tanah di Indonesia dan secara khusus di Sumatera Utara selalu menjadikan petani sebagai pihak yang dirugikan. Polisi yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat justeru menjadi alat bagi perusahaan untuk merepresif petani. Bahkan polisi senderung melakukan pembiaran terhadap perusahaan yang melakukan pembabatan hutan adat (illegal loging). Pemerintah juga cenderung abai dan tidak dengan cepat melakukan penyelesain konflik yang terjadi.

Atas dasar pemaparan diatas, dengan ini Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN) “Mengecam Penangkapan Petani oleh Polres Humbang Hasudutan ” selain itu kami juga menyatakan sikap:

1. Menuntut kepada Polres Humbang Hasudutan membebaskan 31 petani Pasudutan yang ditangkap

2. Menuntut kepada Kapolri untuk menarik pasukanya dilokasi konflik agraria di kabupaten Humbang Hasudutan , Sumatera Utara dan daerah lain di Indonesia. Menghentikan segala tindak intimidasi dan tindak kekerasan terhadap rakyat serta usut tuntas dan adili pelaku kekerasan

3. Menuntut kepada PT TPL untuk menghentikan penebangan hutan kemenyan di wilayah tanah adat dan menghentikan perampasan tanah

4. Menuntut dan mendesak SBY-Boediono untuk mengambil tindakan kongkrit dan menghentikan berbagai tindak kekerasan, intimidasi, terror, penangkapan secara sewenang-wenangterhadap rakyat yang memperjuangkan haknya.

5. Mendesak Pemerintahan SBY-Boediono untuk mengedepankan tindakan yang mencerminkan prinsip nilai demokrasi dalam kasus sengketa agraria

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan, kami juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mengorganisasikan diri dan berjuang bersama-sama menuntut hak-hak yang telah dirampas oleh Pemerintahan Fasis SBY Boediono.

Hidup Rakyat Indonesia!

Jayalah Perjuangan Massa

Jakarta, 26 Februari 2013

Pimpinan Pusat

FRONT MAHASISWA NASIONAL

L.Muh.Harry Sandy AME

Sekretaris Jenderal

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s