Junk WTO!

Oleh: Front Perjuangan Rakyat

Sudah selayaknya bagi seluruh Indonesia unntuk meneriakkan slogan tersebut. Hal ini adalah sebagai bukti bahwa organisasi rakyat sejati, baik serikat buruh, serikat petani, organisasi pemuda dan mahasiswa dan organisasai rakyat disektor lainnya tidak memandanag bahwa persoalan yang terjadi di negeri ini berdiri sendiri. Rakyat harus mengakui bahwa dominasi imperialisme di Indonesia menjadi salah satu sumber masalah bagi rakyat, dan WTO sebagai organisasi perdagangan dunia tidak lebih sebagai sarana bagi imperialisme untuk semakin menancapkan dominasinya terhadap negeri-negeri seperti Indonesia.

WTO menginginkan dihapuskannya segala bentuk hambatan-hambatan didalam perdagangan, lembaga ini menginginkan terjadinya Kesepakatan Perdagangan Bebas (FTA) diseluruh kawasan, dimana barang-barang yang masuk kedalam kawasan FTA tidak perlu dipungut atau dibebani oleh pajak. Tentu saja, hal ini akan menghancurkan produksi dalam negeri Indonesia. Pasar-pasar di Indonesia akan dibanjiri oleh barang-barang produksi imperialis, rakyat Indonesia dipaksa membeli barang produksi tersebut dan memberikan keuntungan yang berlipat bagi negeri-negeri imperialis. Liberalisasi perdagangan yang demikian harus diakhiri karena tidak memberikan keuntungan bagi rakyat Indonesia. Kaum buruh di Indonesia harus terlibat aktif dalam kampanye Junk WTO! ini termasuk pada penyelenggaraan KTM-9 WTO Desember 2013 di Bali.

Harus menjadi pemahaman bersama bahwa, begitu banyak persoalan yang saat ini mengemuka dan dialami oleh rakyat Indonesia. Ada problem perampasan tanah kaum tani di pedesaan dalam ekspansi perkebunan besar yang kian masif, problem akses mendapatkan pendidikan yang masih sangat terbatas, masalah-masalah kesehatan bagi perempuan dan anak, tidak adanya perlindungan yang sejati bagi buruh migran yang bekerja di luar negeri serta segudang masalah lainnya. Seluruh masalah ini berakar pada kebijakan pemerintah yang tidak pernah berpihak kepada rakyat Indonesia. Pemerintah jauh lebih mementingkan kepentingan imperialisme.

Tak hanya bagi kaum buruh, melainkan bagi seluruh rakyat Indonesia harus memahami situasi yang demikian agar terbangunnya perspektif yang sama akan pentingnya kerja-kerja pembangunan dan memperkuat persatuan. Sehingga gerakan rakyat tidak terpisah-pisah secara sektoral semata, namun harus sanggup menjangkau seluruh sektor yang ada didalam masyarakat. Persatuan diantara sektor-sektor masyarakat inilah yang sesungguhnya mempunyai kedudukan dan peranan penting didalam perjuangan, yang akan memberikan jaminan kemenangan bagi rakyat Indonesia setahap demi setahap.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s