Delapan Tahun Sudah; AURI Teror Warga Massa Rakyat Rumpin

Oleh: AGRA

Delapan tahun  dalam tekanan dan Teror, Warga Masyarakat Rumpin terus gencar menuntut penyelesaian Konflik Tanahnya dengan AURI!

Hari ini (22/01/2015), sedikitnya 2000 Massa dari Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor, kembali geruduk Istana. Kunjungan massa ke istana Negara kali ini, bertujuan untuk menuntut penyelesaian konflik tanahnya dengan AURI yang telah delapan tahun terkatung tanpa penyelesaian yang kongkrit.

Tigor Hutapea, LBH Jakarta menjelaskan, konflik ini bermula pada tahun 2007, ketika AURI melakukan klaim atas 1000 ha tanah warga di Desa Sukamulya yang tujuannya untuk pembangunan Fasilitas AURI, khususnya untuk pembangunan Water training. Kenyataannya, dibalik Cover untuk pembangunan Fasilitas, AURI justeru membangun tambang galian pasir. Warga yang telah menempati lahan tersebut secara turun-temurun, sekaligus sebagai sumber mata pencaharian jauh sejak sebelum kemerdekaan, tidak rela tanahnya dirampas secara semena-mena yang menyebabkan hilangnya sumber penghidupan mereka.

“Kami menolak klaim AURI Lanud Atang Sendjaya, warga desa sukamulya telah hidup turun menurun, karena itu kami mempertahankan tanah kami”. Ujar Ibu Neneng, Salah satu warga yang tanah sawahnya masuk dalam klaim AURI.

Ibu Rumah tangga yang sekaligus menjadi Pimpinan Perempuan Tani di Desa Sukamulya ini, menjelaskan bahwa, Tanggal 22 januari 2007 AURI Atang Sendjaya melakukan berbagai tindakan kekerasan terhadap warga, yang mengakibatkan satu orang warga luka tembak, sepuluh warga luka karena dipukuli aparat AURI, enam warga diculik dan dianiaya. Kini, berbagai Intimidasi, kekerasan dan Pelecehan yang semakin memburuk dilakukannya, sedikitpun tidak akan menyurutkan semangat perjuangan Kami, Tandasnya!

Rahmat Ajiguna (Sekretaris Umum Aliansi Gerakan Reforma Agraria-AGRA) menyampaikan,  konflik ini telah diperparah dengan adanya Registrasi Inventaris Kekayaan Negara (IKN) Kementerian Keuangan tentang kepemilikan atas tanah 1000 ha yang disengketakan. Meskipun dalam perkembangannya melahirkan kesepakatan untuk melakukan verifikasi aset TNI AU di Desa Sukamulya, yang hasilnya bahwa tanah yang dikuasai oleh TNI AU hanya 75 ha, dan berdasarkan SK menteri Agraria, jika akan dilakukan pembebasan harus dilakukan dengan pembayaran ganti rugi.

Artinya, “Lanjut Rahmat”, klaim oleh AURI atas tanah warga di Desa Sukamulya adalah Illegal. Namun, pemerintah, sejak pemerintahan SBY sampai Jokowi saat ini, tidak pernah sungguh-sungguh berupaya menyelesaikan Konflik tersebut.

Karenanya, dalam aksi ini kami mendesak kepada pemerintahan Jokowi untuk segera menyelesaikan konflik tersebut, sekaligus kami menagih Komitmen Jokowi atas janjinya untuk menyelesaikan seluruh Konflik agraria dan menjalankan land reform di Indonesia, khususnya konflik tanah di Rumpin yang saat ini telah berlansung delapan tahun.
###

Perkembangan di lokasi 5 orang perwakilan dari sukamulaya rumpin diterima distana dan sedang mebahas konflik antara warga rumpin dengan TNI AU…sebelumnya pada pukul 13.30 wib perwakilan warga rumpin diterima kementrian pertahanan dalambpertemuan pihak kementerian pertahanan berjanji akan melanjutkan upaya penyelesaian dan perwakilan masyarakat tetap mendesak agar TNI menjalankan hasil verifikasi bersama bahawa tanah auri hanyalah 75 ha dan bukan 1000 ha. Sementara berlangsung pertemuan. Pilisi melakukan oendorongan terhadap massa  2 orang ditangkap dan dipukuli.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s