BAGIAN KEDUA: (BURUNG, DI MANAKAH UJUNG DUNIA ?)

DRAMATIC PERSONAE

 

Abu, Iyem, Emak, Yang Kelam, Bulan, Majikan, Kakek, Jin, Putri, Pangeran, Bel, Pasukan Yang Kelam, Kelompok Kakek, Seribu Bulan Yang Goyang-Goyang, Gelandangan, Tanjidor dll

Satu

ABU  

Burung, di manakah ujung dunia ?

BURUNG

Di sana.

ABU  

Katak, di manakah ujung dunia ?

KATAK        

Di sana.

ABU  

Rumput, dia manakah ujung dunia ?

RUMPUT

Di sana.

ABU  

Embun, di manakah ujung dunia ?

EMBUN        

Di sana.

ABU  

Air, di manakah ujung dunia ?

AIR    

Di sana. (Semua Menertawakan Abu)

ABU  

Batu, di manakah ujung dunia ?

BATU

Di sana. (Semua Menertawakan Abu)

ABU  

Jangkerik, di manakah ujung dunia ?

JANGKERIK

Di sana.  (Semua Menertawakan Abu)

ABU  

Kambing, di manakah ujung dunia ?

KAMBING

Di sana.

ABU  

Kambing, di manakah di sana ?

KAMBING

Di sana.

ABU  

Pohon, di manakah di sana ?

POHON                     

Di sana.

ABU  

Kakek, di manakah di sana ?

KAKEK        

Di sini.

ABU  

Di mana ?

KAKEK        

Di sini.

ABU  

Di sini ?

Dua

KAKEK        

Di sana di sini sama saja. Semuanya tak berarti. Yang kau cari adalah agama. Tak ada obat yang paling mujarab selain agama.

ABU  

Saya tidak sakit.

KAKEK        

Tak ada tempat yang paling teduh dan tak ada obat pelelah selain agama.

ABU  

Saya tidak cape.

KAKEK        

Segala teka-teki silang pasti tertebak oleh agama.

ABU  

Saya tak butuh semua itu. Saya butuh Cermin Tipu Daya.

KAKEK        

Apa itu Cermin Tipu Daya ?

ABU  

Cermin Tipu Daya adalah penangkis segala bala. Penyelamat segala Pangeran dalam dongeng purbakala.

KAKEK        

Inilah dia. Cermin sejati. Bukan plastik. Terbuat dari air danau purbani. Lihatlah semua tampak jelas di sini. Lihatlah.

ABU

Wajah siapa itu ?

KAKEK        

Wajahmu.

ABU  

Wajah saya ?

KAKEK        

Siapa lagi ?

ABU  

begini tua ?

KAKEK        

Kau begitu jernih cahayanya.

ABU  

Begini tua. Lebih sengsara dari nyatanya. Begini miskin.

KAKEK        

Di sini, kau miskin dan kaya sekaligus.

ABU  

Saya tidak mengerti.

KAKEK        

Tak lama lagi kau akan mengerti, kalau mau dengar apa yang saya baca.

ABU  

Kalau saya tetap tidak mengerti ?

KAKEK        

Kau adalah insan yang malang.

ABU  

Kalau begitu cobalah bacakan satu baris.

KAKEK        

Dia Tuhan.

ABU  

Tuhan.

KAKEK        

Tuhan.

ABU  

Tuhan.

KAKEK        

Yang menciptakan kita.

ABU  

Tuhan.

KAKEK        

Yakinlah.

ABU  

Kalau begitu Dia yang memulai segala ini ?

KAKEK        

Juga yang akan mengakhiri segalanya.

ABU  

Mulai dan mengakhiri ?

KAKEK        

Membangun dan meruntuhkan sekaligus.

ABU  

Saya jadi bodoh.

KAKEK        

Kau memang bodoh. Dan ketika kau dihidupkan ajal disisipkan dalam  salah satu tulang igamu. Dialah-Tuhan.

ABU  

Tuhan.

KAKEK        

Dialah-Tuhan. Yang telah menciptakan jagad raya dan seisinya. Maka  bersyukurlah kau kepadaNya. Maka bersembahlah kau kepadaNya. Maka patuhlah kau kepada firman-firmanNya. Maka perbuatlah segala      perintah-perintahNya. Maka jauhilah segala larangan-laranganNya. Barang siapa melanggra neraka hukumannya. Barang siapa petuh sorga upahnya.

ABU  

Neraka ?

KAKEK        

Api sengsara yang menjilat-jilat.

ABU  

Sorga ?

KAKEK        

Bahagia di atas bahagia.

ABU  

Barangkali itu ujung dunia ?

KAKEK

Memang salah satu ujungnya. Di sana Sorga. Di situ Neraka.

ABU  

Di sana juga tinggal Nabi Sulaiman ?

KAKEK        

Oya.

ABU  

Kalau begitu ada juga Cermin Tipu Daya ?

KAKEK        

Barangkali. Saya tidak begitu pasti.

ABU  

Di jual ?

KAKEK        

Kalau ada dengan cuma-cuma kua dapat memilikinya.

ABU  

Kau pasti ?

KAKEK

Kalau ada.

ABU  

Kau belum pernah kesana ?

KAKEK        

Ke sana ke mana ?

ABU  

Ke sorga.

KAKEK

Siapa pun belum.

ABU  

Bagaimana kau tahu Nabi Sulaiman ada di sana ?

KAKEK        

Kau memang buta huruf. Dalam kitab agama lengkap segala tanda-tanda.

ABU  

Kalau begitu tunjukilah saya cara menuju sorga.

KAKEK        

Bersembahlah kau KepadaNya.

ABU

Baik. Berapa lama saya mesti menyembah ?

KAKEK        

Sampai kau mati.

ABU  

Ha ?

KAKEK        

Sampai kau mati. Atau dengan kalimat yang lebih baik ; sampai saat kau dilepaskan dari beban jasmani.

ABU  

Lalu kapan saya sempat mengecap sorga ?

KAKEK        

Ketika kau mati.

ABU  

Ha ?

KAKEK        

Begitulah. Ketika kau mati kau akan sampai ke sana.

ABU  

Harus sampai ke batas mati untuk sampai ke sana ?

KAKEK        

Harus sampai ke batas mati untuk samapai ke sana.

ABU  

Harus tidak ada untuk ada ?

Tiga

LENGKING SULING TAJAM PANJANG.

IYEM

Abu, di mana kau ? Abu ? Abu ? Abu ?

KEKAK        

Sudah waktu sembahyang. Sampai cahaya menimpa dirimu.   ( Kelompok Kakek Dalam Koor)

KOOR           

Inggih

KAKEK        

Hai manusia.

KOOR           

Inggih.

KAKEK        

Hai manusia.

KOOR           

Inggih

KAKEK        

Tuhan Pencipta.

KOOR           

Inggih.

KAKEK        

Tuhan pengasih.

KOOR           

Inggih.

KAKEK        

Tuhan Penuntut.

KOOR

Inggih.

KAKEK        

Turut perintahNya.

KOOR           

Inggih

KAKEK        

Ketawalah

KOOR           

Inggih.

KAKEK

Menagislah

KOOR           

Inggih.

KAKEK        

Ketawalah dala menangis.

KOOR

Inggih.

KAKEK        

Menangislah dalam ketawa

KOOR           

Inggih.

KAKEK        

Apa yang kau cari dalam hidup ini.

KOOR           

Bahagia.

KAKEK        

Apa yang kau cari dalam hidup ini.

KOOR           

Bahagia.

KAKEK        

Apa yang kau cari dalam hidup ini.

KOOR           

Bahagia.

KAKEK        

Apa yang kau cari dalam hatimu sendiri.

KOOR           

Bahagia.

KAKEK        

Apa yang di rindu. Apa yang di mau. Apa yang dituju. Bahagia.

KOOR

Laras dan padu. Laras dan padu. Diri yang alit dan Diri yang maha.   Laras dan padu, pasrah, sembah, pasrah sembah Bergayut diri padaNya.

KAKEK

Mengandung diri dalam keagunganNya. Bahagia kita dalam   kebahagianNya. Hai manusia.

KOOR           

Inggih.

KAKEK        

Hai manusia.

KOOR           

Inggih.

KAKEK        

Menyatulah dalam diriNya.

KOOR           

Inggih.

KAKEK        

Padulah dirimu dalam diriNya.

KOOR           

Inggih. (Kelompok Kakek Berlalu Dalam Koor)

Empat

ABU TEPEKUR. HUTAN SUNYI DALAM BADAI

 

IYEM

Kau jangan diam saja kayak sandal dobol.

ABU  

Ada apa ?

IYEM

Kau betul-betul sandal dobol. Hujan begini deras. Air sudah sampai ke         lutut. Rumah ini seperti tak beratap. Ini bukan lagi bocor. Ya Tuhan.   Dengan apa mesti kita hentikan hujan jahanam ini ? Terlalu banyak  musuh kita. Di darat. Di udara. Tuhan. Tuhan.

ABU               : …

Iyem.   Ya, Tuhan. Ya, Tuhan. Kau memang sandal dobol. Banjir. Banjir. Banjiiiir (Keluar)

Lima

ABU TEPEKUR

YANG KELAM

Ini adalah tahun 1960. ini bukan tahun 1919. Dia akan mati pada tahun 1980. Sudah waktunya kerut ditambah pada dahinya.

ABU  

Tobat, apa yang telah kau lakukan ?

YANG KELAM

Menyobek kalender.

ABU  

Hilang lagi.

Enam

ABU TEPEKUR, EMAK MUNCUL

EMAK          

Kau tidak boleh duduk tepekur dengan wajah kusut seperti itu. Nanti kau   lekas tua. Coba lihat. Apa yang terjadi pada wajahmu ?

ABU  

Tiba-tiba matahari menyergap tadi dan memberi coreng pada wajah saya.

EMAK

Coba kau tengadah. Nah, ia telah memberikan luka terlalu banyak pada dahimu. Ia telah melipatkan jumlah yang sebenarnya. Kau menangis. Anakku, kau tak boleh seperti itu.

ABU  

Aku telah mencarinya tapi aku tak menemukannya.

EMAK          

Apa yang telah kau lakukan ?

ABU  

Aku telah berusaha mencari ujung dunia.

EMAK

Buat apa ?

ABU  

Aku perlu ke toko Nabi Sulaiman. Aku mau beli Cermin Tipu Daya.

EMAK          

Kua pasti belum mendapatkannya.

ABU  

Aku tidak mendapatkannya.

EMAK          

Belum.

ABU  

Aku tidak mendapatkan apa-apa.

EMAK          

Belum. Ah, jangan suka beraduh kesah. Yang sangat kau perlukan    sekarang adalah rekreasi banyak-banyak. Emak bawa oleh-oleh.  (Tepuk)

Tujuh

ROMBONGAN LENONG

RAJA JIN

Hahaha. Akulah raja jin. Jin Bagdad namaku. Aku telah curi Putri Cina paling ayu. Aku mau persunting dia jadi permaisuriku.

PUTRI CINA

Akulah Putri Cina yang malang. Yang baru saja tidur bermimpi di atas  ranjang. Mimpi bercumbu dengan seorang Pangeran dari Jepang. Begitu sedang meluap nafsuku dadanya yang lapang. Dan tangan Pangeran    membelai rambutku yang panjang. Tiba-tiba si bandot Raja Jin dari Bagdad datang. Tak dinyana ia sekonyong bertengger di jendela, di atas             permadani terbang. Aduh Tuhanku Yang Maha Kuasa, tolonglah    hambamu yang maha malang. Dari cengkeraman dan ciuman Raja Jin  yang berkumis panjang.

RAJA JIN

He Putri Cina Ayu.

PUTRI CINA

Tolong.

RAJA JIN

He Putri Cina Ayu.

PUTRI CINA

Tolong.

RAJA JIN

Lihatlah bulan di atas sahara dan bintang bertebar bagai pijar bara.  Lihatlah daunan kurma melambai tanpa suara. Dan wahai jernih airnya tenang tak bertara. Itulah semua lambang aku punya gairah asmara. Kuadukan kini dendam nafsuku tanpa pura-pura. Dihadapanmu he Putri       Cina bak Si Gahara.

PUTRI CINA

Tolong. Maling.

RAJA JIN

Akulah Gatotokoco gandrung.

PUTRI CINA

Maling.

RAJA JIN

Akulah Romeo.

PUTRI CINA

Maling.

RAJA JIN

Akulah Pronocitro.

PUTRI CINA

Maling.

RAJA JIN

Akulah Qais yang dahaga di atas sahara.

PUTRI CINA

Tolong.

PANGERAN

Tenang, tuan-tuan. Tenang  ! Jangan tajut. Jangan cemas. Tuan-tuan Pangeran Rupawan telah berada dihadapan tuan-tuan. Inilah lakon secara bahagia akan diselesaikan dengan pertarungan seru dan penuh ketegangan. Antara Raja Jin Bagdad dan aku Sang Pangeran Tampan. Tenang tuan-tuan. Putri Cina Ayu akan kuselamatkan. He hidung belang. Jangan ganggu wanita itu.

RAJA JIN

Ha, ini pula ikut campur nafsu orang. Minggir.

PANGERAN

Minggir.

RAJA JIN

Minggir atau kulempar ke laut Hindia. Atau kau ingin lumat karena kuludahi ? Haha.

PANGERAN

Ha ha ha.

RAJA JIN

Apa ketawa ? Moncong sekecil itu. Minggir.

PANGERAN

Tidak kau lihat apa yang terselip pada pinggangku ? Sudah rabun  matamu ?

RAJA JIN

Bah ! Kupanggang kau ! Kusate kau ! Kurebus kau ! Kutumbuk kau !

PANGERAN

Tidak kau lihat apa yang terselip pada pinggangku ? Sudah rabun       matamu ?

RAJA JIN

Bah ! Gua gampar lu ! Gua palu lu !

PANGERAN

Tidak kau lihat apa yang terselip pada pinggangku ? Sudah rabun       matamu ?

RAJA JIN

Oh, oh, oh Cermin Tipu Daya. Cair aku. Cair aku oleh sinarnya. Tolong.  Tolooong.

PUTRI CINA

Terima kasih, Tuan, terima kasih. Pertolongan tuan menyelamatkan diriku sebagai perawan. Terima kasih tua, oh saya masih tetap bersih. Tuan, maukah tuan, e e, saya ingin jadi istri tuan.

PANGERAN

Tentu. Tentu. Memang begitulah akhir lakon harus berlaku.

DUET

Senantiasa bahagia berkat Cermin Tipu Daya. Sekali lagi jangan lupa berkat Cermin Tipu daya.

ABU BERSUIT KEMUDIAN BERTEPUK TANGAN DENGAN GEMBIRA

Delapan

EMAK          

Semangatmu kembali pulih.

ABU  

Aku telah lahir kembali.

EMAK

Kau bahkan montok.

ABU

Aku kembali jadi bayi.

EMAK

Segar.

ABU  

serasa pagi hari. Matahari. Angin pagi. Sisa embun. Udara yang bersih.

EMAK          

Wajahmu merah karena darah yang padat gairah.

ABU  

Aku sedikit pun tak goyah oleh pukulan-pukulan waktu.

EMAK          

Kau tahu berkat apa ?

ABU  

Berkat Emak.

EMAK

Tidak begitu. Kau harus menyebutnya berkat harapan.

DUET

Ya berkat harapan. Sekali lagi berkat harapan. Hanya harapan.   Peganglah selalu harapan. Obat mujarab bagi seluruh anggota keluarga. Sekali lagi jangan lupa : Harapan.

Sembilan

MAJIKAN

Abu ! Abu !

ABU  (Diam)

MAJIKAN

Anjing !

ABU (Merangkak)

Ya, Tuan.

MAJIKAN

Anjing !

ABU

Ya, Tuan.

MAJIKAN

Anjing !

ABU  

Ya, Tuan.

MAJIKAN

Anjing !

ABU  

Ya, Tuan. (Merangkak)

MAJIKAN

Ini pesangonmu !  Keluar ! Hancur perusahaan !

Sepuluh

IYEM MENANGIS MENUBRUK ABU

IYEM

Beras kita habis. Mamat dikeluarkan dari sekolahnya.  Si Siti ternyata  bunting. Lotre kita tidak kena lagi.

Sebelas

YANG KELAM

Satu-satunya kesalahannya adalah kelahirannya dan ia bernama manusia.      Sekiranya Adam yang satu ini tidak memiliki apa yang di sebut impian, niscaya ia dapat merasa aman. Ia tak akan tahu apa-apa, tak akan pernah mengalami apa-apa, bahkan apa yang disebut mati. Tetapi semuanya seperti tinta yang terlanjur tumpah, dan lagi buah Kuldi itu pun Ia sajikan di hadapannya.

LAYAR

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s